Sabtu, 26 Oktober 2019

Pembaharuan Pikiran


Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” Ayat tersebut merupakan nasihat dari Rasul Paulus supaaya kita tidak serupa dengan dunia ini. Mengapa kita tidak boleh serupa dengan dunia ini ? sebab semua yang berasal dari dunia ini bukan berasal dari Bapa. 1 Yohanes 2 : 16: “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging  dan keinginan mata  serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia’.
Dari sini kita melihat bahwa ternyata ada dua nilai yang bertentangan ibarat seperti dua kutub magnet. Ada dua standard yang ditawarkan yang sama sekali berbeda. Sama sekali tidak memberi ruang untuk kita berkompromi atau berada diantara keduanya. Dua hal tersebut yaitu kehendak yang berasal dari dunia dan kehendak yang berasal Allah.  Dalam alkitab Alkitab versi King James, kata “berubahlah” memakai kata “transformed” yang dalam Bahasa asli (yunani) nya memakai kata ‘metamorphoo’ yang berarti change (berubah) atau transfigure (merubah bentuk). Kata ini memakai bentuk verb present passive imperatives yang berarti suatu tindakan atau sikap yang harus dipertahankan secara terus menerus. Kata setelah kata ‘berubahlah” yaitu kata “pembaruan budimu” dalam Bahasa aslinya kata “pembaruan” memakai kata “anakainosis”  yang berarti renewing (pembaruan) atau renovation (renovasi). Hal ini menunjuk kepada sesuatu yang diubahkan, diperbaharui atau dibuat dalam bentuk lain.
Sedangkan kata “budi” memakai kata “nous” yang bisa memiliki arti mind (pikiran), the intellect (kecerdasan), understanding (pengertian). Ternyata, perubahan yang harus dilakukan bukan sebuah perubahan yang terjadi sekali dalam sebuah peristiwa yang terjadi dalam sekejap melainkan sebuah proses yang berlangsung secara terus-menerus. Proses ini digambarkan seperti sebuah garis panjang bukan sebuah titik. Perubahan ini terletak pada perubahan pikiran.  Akan menimbulkan pertanyaan dalam diri kita, mengapa kita perlu secara terus-menerus mengalami proses perubahan pikiran?
Pada tahun 1986, sebuah penelitan dari Fakultas Kedokteran di San Fransisco menyebutkan bahwa lebih dari 80% pikiran manusia bersifat negatif. Hasil penelitian ini memperkuat pernyataan bahwa nafsu cenderung menyuruh kepada keburukan. Pikiran negatif itu turut memengaruhi perasaan, perilaku, serta penyakit yang mendera jiwa dan raga. Napoleon Hill, menyatakan bahwa sejatinya “Pemikiran adalah segalanya.” Pemikiran adalah sesuatu yang sangat kuat, ketika bercampur dengan kejelasan tujuan, kegigihan, dan sebuah keinginan membara untuk diterjemahkan menjadi kekayaan, atau benda-benda lainnya. Ketika seseorang mulai berpikir untuk menjadi kaya, Anda akan melihat bahwa kekayaan dimulai dengan kondisi pikiran, dengan ketegasan untuk mencapai tujuan, dan tanpa atau sedikit saja kerja keras. Yang perlu seseorang ketahui adalah bagaimana cara meraih kondisi pikiran yang akan menarik kekayaan.  Kesuksesan datang kepada mereka yang sadar akan kesuksesan. Kegagalan datang kepada mereka yang membiarkan diri dan mereka sadar akan kegagalan.
Pikiran seseorang sangat berperan dalam kehidupan seseorang. Apa yang mengusai pikiran, akan mengusai kehidupan seseorang. Segala tindakan yang dilakukan semua berasal dari pikiran. Tindakan tersebut akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan akan membentuk karakter seseorang, karakter akan menentukan kualitas dan tujuan hidup seseorang. Melalui Roma 12 : 2 kita belajar bahwa untuk melakukan perubahan hal pertama yang harus diubah terlebih dahulu yaitu pikiran. Perubahan pikiran ini ternyata sebuah proses panjang yang harus dilakukan terus-menerus.  Beberapa fakta ilmiah tentang otak dan fikiran seorang manusia, yang mungkin perlu untuk ketahui :
Ada lebih dari 30 milliar neuron atau syaraf otak di dalam otak manusia yang bekerja dengan dahsyat melebihi kemampuan super komputer apapun di dunia ini. Neuron inilah yang bekerja dengan dahsyat menciptakan keajaiban dalam hidup manusia.
Memory otak manusia memilki kapasitas 30-70 triliun giga melebihi memory super komputer apapun di dunia. Sebagaimana komputer dapat terhubung dengan computer lain melalui jaringan, demikian juga pikiran manusia dapat terhubung dengan pikiran orang lain di mana saja mereka berada jika keterhubungan tersebut diciptakan.
Pikiran manusia terhubung dengan alam semesta yang dalam bahasa psikology disebut Universal Conciousness (pikiran alam semesta) atau dalam bahasa biologi disebut Morphogenetic Field (medan morfogenetika). Pikiran manusia saling berinteraksi setiap saat tanpa disadari, tetapi sayang dengan cara yang tidak terkendali dan berakibat negatif. Manusia dapat mengendalikannya untuk tujuan yang positif ataupun negative. Pikiran manusia menjelajah dan dapat mengadakan kontak dengan pikiran siapa saja dengan teknik subjective communication. Pikiran manusia dapat diprogram untuk melakukan apa saja yang kita inginkan
Pikiran bawah sadar manusia dapat mewujudkan keajaiban jika tahu bagaimana me-mengaturnya. Pikiran bawah sadar bekerja seperti komputer. Pikiran bawah sadar memberi inspirasi, membimbing dan merupakan gudang memori. Pikiran bawah  mengingat segala sesuatu yang  dilihat, rasakan dan alami. Menurut penelitian, pikiran bawah sadar memiliki kapasitas memory sekitar 70-100 triliun gambar. Karena semua perasaan, emosi dan pengalaman disimpan dalam memori dalam bentuk gambar atau bunyi.
Pikiran bawah sadar memiliki kepandaian tak terbatas. Ia memampukan manusia memperoleh pikiran, gagasan, rencana, dan konsep baru. Pikiran bawah sadar memberikan kemampuan inovatif sehingga dapat mengembangkan temuan-temuan baru. 
Rasul Paulus juga mengatakan “ jangan memberi kesempatan kepada iblis” (Efesus 4 : 27) kata ‘kesempatan’ dalam Bahasa aslinya ‘topon’ yang memiliki arti place (tempat) atau foothold (tempat berpijak). Cara kerja Iblis mempengaruhi pikiran manusia sebagai berikut:
Saat iblis mempengaruhi manusia dengan meningkatkan hasrat keinginan negatif dalam pikiran, hal ini biasanya terjadi melalui mekanisme berikut ini. Energi negatif mengirimkan suatu perintah langsung ke dalam pikiran bawah sadar yang sasarannya adalah Pusat Insting dan Hasrat. Misalnya: “Minumlah alkohol sekarang”. Sebagai hasilnya, hasrat keinginan untuk bertindak sesuai perintah meningkat pada orang tersebut dan ia merasa terdorong melakukan tindakan minum alkohol.
Tempat berpijak Iblis ada di alam bawah sadar manusia. Manusia adalah Obyek perebutan antara Tuhan dengan Iblis, ini terjadi di pikiran manusia secara khusus dialam bawah sadar. Tetapi manusia adalah Obyek penentu, artinya manusia yang menentukan, Apakah dia mau mengikuti pikiran si jahat     ( Iblis) ataupun pikiran Tuhan.
Amsal 23:7 berkata Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia Dalam bahasa Inggris, "For as he thinks in his heart, so [is] he" (Proverbs 23:7 NKJV), artinya, "sebagaimana dia berpikir dalam hatinya, demikianlah dia." Pikiranlah yang memimpin atau memelopori seluruh tindakan manusia. Dengan kata lain, tindakan kita adalah akibat langsung dari apa yang kita pikirkan. Banyak masalah yang berakar dalam pola pemikiran. Iblis menawarkan pemikiran yang tidak benar, tetapi Roh Kudus menuntun kita kepada kebenaran.
Pikiran harus di setting sesuai apa kata Firman Tuhan. Harus ada pemahaman yang benar dalam pikiran dahulu. Kita berusaha menggunakan pikiran untuk menggumuli kebenaran firman Tuhan sampai kita dapat membedakan yang baik, berkenan dan sesuai kehendakNya. saat kita menemukan kehendakNya dan melakukan disinilah letak perubahan tersebut. Jangan berhenti menggunakan pikiran kita untuk menggumuli kebenaran firman Tuhan, berhenti bergumul (berpikir) sama dengan kita berhenti berubah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar