Roma
12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa
yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” Ayat tersebut
merupakan nasihat dari Rasul Paulus supaaya kita tidak serupa dengan dunia ini.
Mengapa kita tidak boleh serupa dengan dunia ini ? sebab semua yang berasal
dari dunia ini bukan berasal dari Bapa. 1 Yohanes 2 : 16: “Sebab semua yang ada
di dalam dunia, yaitu keinginan daging
dan keinginan mata serta
keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia’.
Dari
sini kita melihat bahwa ternyata ada dua nilai yang bertentangan ibarat seperti
dua kutub magnet. Ada dua standard yang ditawarkan yang sama sekali berbeda.
Sama sekali tidak memberi ruang untuk kita berkompromi atau berada diantara
keduanya. Dua hal tersebut yaitu kehendak yang berasal dari dunia dan kehendak
yang berasal Allah. Dalam alkitab Alkitab
versi King James, kata “berubahlah” memakai kata “transformed” yang dalam
Bahasa asli (yunani) nya memakai kata ‘metamorphoo’ yang berarti change
(berubah) atau transfigure (merubah bentuk). Kata ini memakai bentuk verb present
passive imperatives yang berarti suatu tindakan atau sikap yang harus dipertahankan
secara terus menerus. Kata setelah kata ‘berubahlah” yaitu kata “pembaruan
budimu” dalam Bahasa aslinya kata “pembaruan” memakai kata “anakainosis” yang berarti renewing (pembaruan) atau
renovation (renovasi). Hal ini menunjuk kepada sesuatu yang diubahkan,
diperbaharui atau dibuat dalam bentuk lain.
Sedangkan
kata “budi” memakai kata “nous” yang bisa memiliki arti mind (pikiran), the
intellect (kecerdasan), understanding (pengertian). Ternyata, perubahan yang
harus dilakukan bukan sebuah perubahan yang terjadi sekali dalam sebuah
peristiwa yang terjadi dalam sekejap melainkan sebuah proses yang berlangsung
secara terus-menerus. Proses ini digambarkan seperti sebuah garis panjang bukan
sebuah titik. Perubahan ini terletak pada perubahan pikiran. Akan menimbulkan pertanyaan dalam diri kita,
mengapa kita perlu secara terus-menerus mengalami proses perubahan pikiran?
Pada tahun 1986, sebuah penelitan
dari Fakultas Kedokteran di San Fransisco menyebutkan bahwa lebih dari 80%
pikiran manusia bersifat negatif. Hasil penelitian ini memperkuat pernyataan
bahwa nafsu cenderung menyuruh kepada keburukan. Pikiran negatif itu turut
memengaruhi perasaan, perilaku, serta penyakit yang mendera jiwa dan raga.
Napoleon Hill, menyatakan bahwa
sejatinya “Pemikiran adalah segalanya.” Pemikiran adalah sesuatu yang sangat
kuat, ketika bercampur dengan kejelasan tujuan, kegigihan, dan sebuah keinginan
membara untuk diterjemahkan menjadi kekayaan, atau benda-benda lainnya. Ketika seseorang
mulai berpikir untuk menjadi kaya, Anda akan melihat bahwa kekayaan dimulai
dengan kondisi pikiran, dengan ketegasan untuk mencapai tujuan, dan tanpa atau
sedikit saja kerja keras. Yang perlu seseorang ketahui adalah bagaimana cara
meraih kondisi pikiran yang akan menarik kekayaan.
Kesuksesan datang kepada mereka yang
sadar akan kesuksesan. Kegagalan datang kepada mereka yang membiarkan diri dan
mereka sadar akan kegagalan.
Pikiran seseorang sangat berperan
dalam kehidupan seseorang. Apa yang mengusai pikiran, akan mengusai kehidupan seseorang.
Segala tindakan yang dilakukan semua berasal dari pikiran. Tindakan tersebut
akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan akan membentuk karakter seseorang,
karakter akan menentukan kualitas dan tujuan hidup seseorang. Melalui Roma 12 :
2 kita belajar bahwa untuk melakukan perubahan hal pertama yang harus diubah terlebih
dahulu yaitu pikiran. Perubahan pikiran ini ternyata sebuah proses panjang yang
harus dilakukan terus-menerus. Beberapa fakta
ilmiah tentang otak dan fikiran seorang manusia, yang mungkin perlu untuk
ketahui :
Ada lebih dari 30 milliar neuron
atau syaraf otak di dalam otak manusia yang bekerja dengan dahsyat melebihi
kemampuan super komputer apapun di dunia ini. Neuron inilah yang bekerja dengan
dahsyat menciptakan keajaiban dalam hidup manusia.
Memory otak manusia memilki
kapasitas 30-70 triliun giga melebihi memory super komputer apapun di dunia.
Sebagaimana komputer dapat terhubung dengan computer lain melalui jaringan,
demikian juga pikiran manusia dapat terhubung dengan pikiran orang lain di mana
saja mereka berada jika keterhubungan tersebut diciptakan.
Pikiran manusia terhubung dengan
alam semesta yang dalam bahasa psikology disebut Universal Conciousness
(pikiran alam semesta) atau dalam bahasa biologi disebut Morphogenetic Field
(medan morfogenetika). Pikiran manusia saling berinteraksi setiap saat tanpa
disadari, tetapi sayang dengan cara yang tidak terkendali dan berakibat
negatif. Manusia dapat mengendalikannya untuk tujuan yang positif ataupun
negative. Pikiran manusia menjelajah dan dapat mengadakan kontak dengan pikiran
siapa saja dengan teknik subjective communication. Pikiran manusia dapat
diprogram untuk melakukan apa saja yang kita inginkan
Pikiran bawah sadar manusia dapat
mewujudkan keajaiban jika tahu bagaimana me-mengaturnya. Pikiran bawah sadar
bekerja seperti komputer. Pikiran bawah sadar memberi inspirasi, membimbing dan
merupakan gudang memori. Pikiran bawah mengingat
segala sesuatu yang dilihat, rasakan dan
alami. Menurut penelitian, pikiran bawah sadar memiliki kapasitas memory
sekitar 70-100 triliun gambar. Karena semua perasaan, emosi dan pengalaman
disimpan dalam memori dalam bentuk gambar atau bunyi.
Pikiran bawah sadar memiliki
kepandaian tak terbatas. Ia memampukan manusia memperoleh pikiran, gagasan,
rencana, dan konsep baru. Pikiran bawah sadar memberikan kemampuan inovatif
sehingga dapat mengembangkan temuan-temuan baru.
Rasul Paulus juga mengatakan “
jangan memberi kesempatan kepada iblis” (Efesus 4 : 27) kata ‘kesempatan’ dalam
Bahasa aslinya ‘topon’ yang memiliki arti place (tempat) atau foothold (tempat
berpijak). Cara kerja Iblis mempengaruhi pikiran manusia sebagai berikut:
Saat iblis mempengaruhi manusia
dengan meningkatkan hasrat keinginan negatif dalam pikiran, hal ini biasanya
terjadi melalui mekanisme berikut ini. Energi negatif mengirimkan suatu
perintah langsung ke dalam pikiran bawah sadar yang sasarannya adalah Pusat
Insting dan Hasrat. Misalnya: “Minumlah alkohol sekarang”. Sebagai hasilnya,
hasrat keinginan untuk bertindak sesuai perintah meningkat pada orang tersebut
dan ia merasa terdorong melakukan tindakan minum alkohol.
Tempat berpijak Iblis ada di alam
bawah sadar manusia. Manusia adalah Obyek perebutan antara Tuhan dengan Iblis,
ini terjadi di pikiran manusia secara khusus dialam bawah sadar. Tetapi manusia
adalah Obyek penentu, artinya manusia yang menentukan, Apakah dia mau mengikuti
pikiran si jahat ( Iblis) ataupun
pikiran Tuhan.
Amsal 23:7 berkata Sebab seperti
orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia Dalam
bahasa Inggris, "For as he thinks in his heart, so [is] he" (Proverbs
23:7 NKJV), artinya, "sebagaimana dia berpikir dalam hatinya, demikianlah
dia." Pikiranlah yang memimpin atau memelopori seluruh tindakan manusia. Dengan
kata lain, tindakan kita adalah akibat langsung dari apa yang kita pikirkan.
Banyak masalah yang berakar dalam pola pemikiran. Iblis menawarkan pemikiran
yang tidak benar, tetapi Roh Kudus menuntun kita kepada kebenaran.
Pikiran harus di setting sesuai apa
kata Firman Tuhan. Harus ada pemahaman yang benar dalam pikiran dahulu. Kita
berusaha menggunakan pikiran untuk menggumuli kebenaran firman Tuhan sampai
kita dapat membedakan yang baik, berkenan dan sesuai kehendakNya. saat kita
menemukan kehendakNya dan melakukan disinilah letak perubahan tersebut. Jangan
berhenti menggunakan pikiran kita untuk menggumuli kebenaran firman Tuhan,
berhenti bergumul (berpikir) sama dengan kita berhenti berubah.